Materi 3 : Strategi Pembelajaran Menyimak
Strategi Pembelajaran Menyimak
Keterampilan
menyimak suatau bentuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Strategi
merupakan suatu seni merancang kegiatan proses pembelajaran. Strategi
pemeblajran bahsa adalah tindakan pnegajar melaksanakan rencana mengajar
bahasa. Sedangkan strategi pembelajaran keterampilan menyimak adalah seni
merancang tindakan pelaksanaan proses pembelajaran mengenai kemampuan
menginformasikan kembali pemahamannya melalui keterampilan berbicara maupun
menulis.
Tujuan
pembelajaran menyimak dibagi menjadi 2 bagian, yaitu meyimak umum dan menyimak
kritis. Dalam tahapan kegiatan menyimak ada 12 tahapan :
1. Mendengarkan
2. Mengenangkan
3. Memperhatikan
4. Membentuk
imajinasi
5. Mencari
simpanan masa lalu dalam gagasan lalu
6. Membandingkan
7. Menguji
isyarat-isyarat
8. Mengodekan
kembali
9. Mendapatkan
makna
10. Memasukkan
ke dalam pikiran di saat-saat mendengarkan atau menyimak
11. Menginterpretasikan
sesuatu yang disimak
12. Menirukan
dalam pikiran
Nunan berpendapat bahwa untuk
mengembangkan pendekatan yang tepat dalam kemampuan mengajar bahasa pertama
penting dan perlu untuk mengerti dasar mendengarkan. Dalam mengajar
mendengarkan, Nunan mengajarkan bahwa kita mendesain aktifitas yang mnegajarkan
keterampilan dalam proses bottom-up dan
top-down sebagaimana mereka memainkan
peran yang penting, tetapi berbeda, dalam mendengarkan.
Field, menguji format yang umum
digunakan dalam pengajaran mendengarkan, salahsatunya termasuk tiga tahap dalam
aktivitas mendengarkan; pre-listening,
listening, dan post-listening. Field
menganjurkan penggunaan preset questions,
penggunaan aktivitas mendengarkan berdasarkan latihan, focus pada
strategi-strategi, dan penggunaan material-material autentik yang lebih baik
dan menunjuk bagaiman rekomendasi-rekomendasi ini mempengaruhi tiga bagian
menyimak dalam pelajaran.
Terakhir, Lam menunjukkan bahwa
banyak materi listening ESL gagal
untuk menyediakan contoh-contoh kemampuan berbicara bawaan sejak perlengkapan
biasa digunakan oleh pembicara, seperti pengisi, fragmen-fragmen, dan alat pengganti
sering dihilangkan.
Untuk membuat pelajaran terlibat
dalam proses mendasar pembelajaran mereka dan dalam membuat kontribusi aktif
terhhadap pembelajaran. Dapat dicapai dengan cara berikut :
a. Membuat
tujuan instruksional eksplisit kepada pelajar
b. Memberikan
pelajar tingkatan pilihan
c. Memberikan
pelajar kesempatan untuk membawa pengetahuan dasar mereka sendiri dan
pengalaman ke dalam kelas
d. Mendorong
para pelajar untuk mengembangkan sikap reflektif terhadap pembelajaran dan
untuk mengembangkan kemampuan self-monitoring
dan penaksiran diri sendiri
Hasil
Pembelajaran Listening : John Field
Format standar
pelajaran menyimak yang berkembang pada saat ini :
1)
Pre-listening
:
mengajarkan terlebih dahulu kosa-kata yang terdapat dalam bahasan
2) Listening
: ekstensif listening (diikuti dengan
pertanyaan umum penetapan konten) intensif listening (diikuti oleh pertanyaan
komprehensi yang mendetail)
3) Post-listening
:
menganalisis bahasa teks (mengapa pembicara menggunakan tata bahasa tersebut?)
dengar dan ulangi : guru menyetel tape,
murid mengulangi kata-kata
Komentar
Posting Komentar